Tuesday, November 12, 2019

Proposal Kesehatan Gigi dan Mulut


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

            Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional (RiskeSDN Srondol Wetan 02 as) tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi nasional masalah gigi dan mulut adalah 25,9%, dengan proporsi kelompok umur 10 – 14 tahun sebanyak 25,2% dan proporsi kelompok umur 15 – 24 tahun sebanyak 24,3% (Riskesdas, 2013).
             Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas, 2013) prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut sebesar 25,9% dan 14 provinsi mempunyai angka diatas angka nasional. Dari 25,9% yang bermasalah kesehatan gigi dan mulut ternyata hanya 31,1% yang mendapatkan perawatan. Di Indonesia angka prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut adalah 20,6 %.
            Pengetahuan merupakan dasar terbentuknya suatu perilaku, terutama perilaku kesehatan. Perilaku kesehatan adalah tindakan manusia untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan (Amalia.R.P.dkk,2017). Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan merupakan faktor dari perilaku masyarakat terhadap kesehatan yang mengarah kepada timbulnya suatu penyakit.Pengetahuan ini erat pula kaitannya dengan sikap seseorang tentang penyakit dan upaya pencegahannya (Budiharto, 2009).Salah satu adalah Pengetahuan mengenai kesehatan gigi anak menjadi hal keharusan bagi orang tua demi perkembangan dan pertumbuhan gigi-gigi anaknya. Pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain yaitu usia, pendidikan, status sosial ekonomi, pengalaman, informasi media massa dan lingkungan (Haeriyah,2013).
            Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya sikap dan perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kesehatan gigi dan mulut anak. Gigi bagi seorang anak sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Fungsi gigi sangat diperlukan yaitu sebagai alat pengunyahan, membantu dalam berbicara, keseimbangan wajah, penunjang estetika wajah dan khususnya gigi sulung berguna sebagai panduan pertumbuhan gigi tetap terutama pada masa usia sekolah dasar (Yolanda, 2014).
            Orang tua yang mengetahui priode pertumbuhan gigi-geligi baik gigi susu maupun gigi tetap akan sangat membantu. Bukan hanya dalam segi perawatan dalam menjaga kebersihannya, tetapi juga mencegah agar anak-anak tidak melakukan kebiasaan buruk (Machfoedz, I,Zein , A Y. 2005).
            Anak usia sekolah dasar merupakan masa-masa periode gigi campuran yaitu, masa peralihan saat tanggalnya gigi susu dan saat tumbuhnya gigi tetap dan merupakan usia yang dianggap rawan terhadap penyakit gigi dan mulut (Fenanlampir, dkk, 2014). Masalah yang sering terjadi pada gigi anak usia sekolah selain masalah karies yaitu persistensi gigi.
            Persistensi gigi susu adalah gigi sulung yang masih bertahan pada lengkung gigimelebihi seharusnya dari waktu tanggal, diperkirakan pada usia 6-12 tahun hampir seluruhnya tanggal dari soketnya dan digantikan dengan gigi permanen. Persistensi gigi dapat menyebabkan terhambatnya dan terganggunya erupsi gigi permanen, terjadinya makloklusi, dan permasalahan orthodontik lainnya. Salah satu faktor penyebab persistensi gigi yaitu, malnutrisi pada masa pertumbuhan (Rizal, 2017).
            Persitensi gigi sulung tidak mempunyai penyebab tunggal tetapi merupakan gangguan yang disebabkan multifaktor. Akar gigi sulung secara normal akan diresorbsi sempurna sehingga gigi sulung menjadi goyang dan tanggal beberapa saat sebelum gigi permanen pengganti erupsi. Akibat yang ditimbulkan dari persistensi gigi antara lain,karies gigi, maloklusi dan juga berkurangnya estetika (terutama pada gigi depan). Padakeadaan ini pencabutan gigi merupakan salah satu solusi dari kelainan yang telah terjadi (Yani, 2016).
B.       Identifikasi Masalah
Faktor-faktor menyebabkan terjadinya persistensi adalah faktor pendidikan yang mempengaruhi pengetahuan yang diterima oleh orang tua, sehingga orang tua tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan persistensi dan akibatnya.
Berdasarkan survey lapangan yang dilakukan di SDN Srondol Wetan 02  dengan melihat keadaangigi anak  didapatkan bahwa masih banyak terdapat persistensi pada  gigi anak di sekolah tersebut.
C.     Batasan Masalah
Mengingat banyaknya faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya  pengetahuan orang tua terhadap persistensi pada gigi anak di SDN Srondol Wetan 02 

D.      Tujuan

1.      Tujuan Umum

          Untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap kasus persistensi pada gigi anak
2.      Tujuan Khusus

a.   Untuk mendeskripsikan pengetahuan orang tua terhadap jumlah dan jenis gigi.

b.  Untuk mendeskripsikan pengetahuan orang tua terhadap pertumbuhan gigi.

c.   Untukmendeskripsikan pengetahuan orang tua terhadap persistensi gigi.

E.     Manfaat




BAB II
PROGRAM KEGIATAN

A.  Pendekatan Dalam Penyuluhan Persistensi Gigi Pada Anak
1. Advokasi
Pendekatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada pihak sekolah, untuk mendukung kegiatan penyuluhan persistensi pada anak dengan sasaran penyuluhan yaitu orang tua murid
2. Social Support (Dukungan Social)
Dimana tenaga kesehatan besama sama deSngan para guru yang telah diberikan pelatihan atau pengetahuan persistensi gigi anak dari sd tersebut untuk melakukan penyuluhan atau kegiatan tersebut
3. Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat)
Orang tua murid mengetahui dan memahami cara merawat dan menjaga gigi anak, terutama dalam pengetahuan pertumbuhan gigi dalam pencegahan gigi yang persistensi
B.       Rangkaian kegiatan
Kegiatan ini akan dilaksanakan  sebanyak 3 hari, yaitu :
1.    Hari Pertama
a.       Memberikan kuesioner kepada orang tua siswa/i kelas I,II dan III
2.    Hari Kedua
a.         Menganalisis kuesioner yang sudah dikembalikan oleh siswa/i
3.    Hari Ketiga
a.       Memberikan penyuluhan kepada orang tua siswa/I kelas I, II, dan III
4.        Tempat dan Waktu Kegiatan
Kegiatan “penyuluhan mengenai kasus persistensi” akan dilaksanakan di SD Srondol Wetan 02 pada bulan Agustus 2019 pukul 07.00 - selesai.
5.        Sumber Dana
Adapun sumber dana yang diharapkan didapat dari :
1.    Sumbangan dari SD Srondol Wetan 02
2.    Sumbangan dari swadana siswa/i SD Srondol Wetan 02
6.        Rencana Anggaran
1.    Anggaran ATK
a.         Kertas HVS          @Rp.35.000,-x   1 Rim                                  =Rp.  35.000,-
b.      Pulpen                  @Rp. 5.000,-x   3 Buah                                  =Rp.  15.000,-
c.       Fleshdisc  sebanyak 1 buah                                                          = Rp.  80.000,-
2.      Anggaran Konsumsi
a.       Snack                   @Rp.  10.000,- x  120 kotak                            =Rp.  1.200.000,-
J U M L A H                                                                                                                                                                                        =RP.1.320.000,-
3.      Susunan Kepanitiaan
a.       Penanggung Jawab          : Hermien Nugraheni, SKM, M.Kes
b.      Ketua                               : Muhammad Syafe’i
c.       Wakil Ketua                     : Xisto De Deus
d.      Sekertaris                         : Masita
e.       Bendaraha                        : Fitri Purnama Sari
f.        Bag. Administrasi            : Elisabeth De F. B. De Sousa
g.      Bag. Perlengkapan           : Maria F. Da Costa De Jesus
h.      Bag. Konsumsi                 : Ristina
i.        Bag. Acara                       : Elisabet Bota

4.      Susunan Acara
Hari, Tanggal

Waktu
Acara
Penanggung jawab
Senin, 26  Agustus 2019
07.00 - 10.00
Memberikan Kuesioner
TIM
Selasa, 27 Agustus 2019
10.00 - 12.00
Analisis Kuesioner
TIM
Rabu, 28 Agustus 2019
07.00 - selesai
Penyuluhan
TIM


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dukungan dalam bentuk sarana prasarana, fasilitas, finansial atau pun dukungan moril dan doa. Seberapapun besarnya akan sangat berarti bagi kami. Demikian kiranya yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan semua yang di rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Dan tetap berada dalam lindungan dan ridho Allah SWT.









No comments:

Post a Comment

Angka Stunting 30 % di Indonesia

Angka Stunting 30 % di Indonesia       30 Persen Balita Mengalami Stunting Dari hasi publikasi kesehatan dasar Kementerian Kesehatan pada...